Penegak Diksi

Author: Vena Vega /


tertajam matanya menatap seoonggok pena di atas kertas,
terekam berbagai rasa atas nafasnya hari itu.
terbuka dengan sensitif sensor jiwanya setiap menangkap jejaknya angin.
ia menatap jingga merah tanpa ampun pada lamunan,
mencari sehelai huruf yang agung untuk menafsirkan sebuah penemuan.
ia tak sudi sajaknya tertawan dengan mudah.
ia inginkan hormat semua mahluk pada degupan penyair saat mengantar maksud,
temponya yang tak pernah tertuliskan,
tak pernah terumuskan,
tak pernah terperhitungkan,
tak pernah terlupakan.
PERSETAN atas piala tanpa makna!
PERSETAN atas penilaian tanpa indera ketujuh!
PERSETAN atas tuntunan berdrama kata!
100 orang beruntung tanpa jantung,
punya kesempatan bermain angan.
tak pernah ia sempatkan marahnya saat kecewa melecehkan ia
tak pernah ia sempatkan tangisnya yang membuncah dihadapan kakak penyalur.
ia berusaha redam pasukan emosi dalam setiap arterinya,
dengan diam pada siapapun yang mengingatkannya kembali atas kompetisi tanpa arti.

ia menulis:
"dan siapapun yang punya mata penembus rasa, dialah anakku selamanya."

hari itu,
kami:
4 orang tak berlazuardi,
hadir di hadapan penegak yang kami kecewakan.

salah satu diantara kami berusaha bernada:
"maaf."

dan setelah itu,
kami bertukar perasaan tanpa harus berbisingan.
dengan pelukan.
semuanya tuntas.
pecundang sehari pun terlekat pada murid syair.

dia.
penegak diksi.
mengajari kami cara berkomunikasi
dengan baju milik puisi,
agar tak selalu telanjang,
terasa kedinginan.



kepadatemanyangsangatakuidolakan.

Fambi.
agustus 2009.

keretakan .

Author: Vena Vega /

Malam ini, aku tak tahu keadaan diluar. Gorden warna pink pudar itu menutupi jendela satu-satunya di kamarku. Bintang-bintang tak mengetuk jendelaku, bulan tak meniupku, dan hujan tak mengelus kepalaku. Aku fikir, malam ini tenang. Namun aku salah. Karena esok, akan berbeda.

Dia. Menyatakan marah padaku saat aku harus bersedih. Membebaniku rasa peganggu. Salah paham saat aku menguntai kata untuk perpisahan. Mengataiku saat niatku adalah untuk memujinya. Dia tak tahu, dan tak mau mengerti. Aku berdo'a agar ia masih terjaga, memikirkanku. Agar ia bisa dengar suara angin yang menyampaikan pesanku. Bahwa dia salah memahami sesuatu. Tapi aku pun salah. Salah dalam menyampaikan maksud. Kini, yang mampu diandalkan hanyalah perasaan. Perasaan sayang yang akan mendorongnya untuk buat aku mengerti dan memaksa dirinya sendiri untuk menyadari. Atau perasaan benci yang akan melukai dirinya dan diriku. Bisakah kita berkomunikasi lebih layak? Lebih dewasa? Lebih bermakna? Aku punya komitmen yang tak mampu kau ubah secara paksa dengan amarah yang jadi ancaman. Kau harus mau mengerti aku kalau kau mau tahu bagaimana cara merengkuhku. Hei, kita masih punya kesempatan. Jangan kurung dirimu, bicaralah. Karena gagal menjemputku saat menghubungimu.

menutup harapan

Author: Vena Vega /

selamat malam bintang kecil
mampukah kau dengar? dentingan hujan tanpa
cita itu tak pernah menangis. Dalam kehampaan
keputusannya, ia masih saja berpelangi. walau
kini menjarang.

lalu waktu menyeka matanya, dengan lembut,
ia suruh hujan agar diam. Tak bergeming.
Namun tak semudah itu mematahkan kebahagiaan.
Hujan tak mau mengakhiri rangkulannya pada rumput
dengan kasar, tanpa pamit.

Perlahan tapi pasti. itulah jalan bijak yang diambil oleh waktu.
hujan pergi berakhir, tanah basah penuh sumringah.
tak ada lagi batu dalam agar-agar, semua mencair
seperti es.

aku ingin kamu adalah hujan, dan aku padang
ialang. Bisakah kita mengakhiri cerita dengan kebijakan?
agar kau pulang melepas angan, dan aku
diam dengan lapang.

meneduh.

sayangku,
kita pasti bisa.




created by: inami adnid
present to : IDDN

Besok .

Author: Vena Vega /

Yaph. Besok, Jum'at 12 Juni 2009. Pelajaran terakhir yang di ujikan dalam materi UKK tahun ini. Matematika. Sudahlah, aku sudah belajar, aku sudah berdo'a. Tinggal mengerjakan so'al dan menambah ibadah lagi. Do'akan ya kawan, walau blog ini sepiii sekali, setidaknya aku bisa sharing sama orang lain yang ga sengaja liat blog ini atau siapapun. Yang pasti, aku harus menjalani hari esok dengan baik. Mengawali dengan basmalah, mengakhiri dengan hamdalah. Mengawali dengan baik, mengakhririnya dengan lebih baik :) .

Satu langkah usaha UKK .

Author: Vena Vega /

Huff, cape ya ? belajar.belajar.belajar.

tapi, aku sudah mencoba beriktiar (usaha+do'a) . Do'anya, aku sudah mulai shalat dhuha setiap hari, dan bangun malam. Walau bangun malamnya masih bolong-bolong, tapi tetap berusaha untuk mendekatkan diri pada Allah. Dan usahanya ya belajar saja . Mengingat, memahami dan .. yya .. mencoba menikmati . hha .

Do'akan aku ya .. Oh iya, ada sebuah kesimpulan yang aku dpaat saat salah seorang guruku menyampaikan pandangan yang baru tentang kecerdasan. Aku memang bukan cucu einstein. Aku tidak menegrti tentang IQ . Aku tidak punya IQ istimewa yang begitu tinggi. Terkadang, atau bahkan sering, alasan IQ dan kecerdasan itu yang membuat aku menghela nafas. "Ah, itu kan keturunan, ayah memang cerdas. Tapi, sudahlah .. itu masalah pribadi." pikirku selalu saat menerima hasil ulangan yang memburuk. Namun, sebuah kalimat dari mulutnya, membangunkan aku. Dari helaan nafas itu, aku mampu menarik nafas panjang. "Ini tantangan!"

Dan saat kata-kata yg paling menggharukan pada hari itu, "Misalnya, Dinda di terima di salah satu perguruan tinggi dengan nilai paling baik. Itu bisa menjadi salah satu contoh apa-apa yang bisa kita banggakan pada Rasulullah nanti..." dalam kalimatnya, aku mampu mengangkap saratnya. Juga dari video yang waktu itu di putar sebagai pembuka acara belajar ilmu matematika. Aku mampu menyimpulkan sesuatu, yang jadi udara baru dari hidupku:




"Kecerdasan tercipta dari kegigihan."



Karena membuat jembatan, membutuhkan kerja keras.




Semoga kita semua mengerti.
Terimakasih pak, kau buat aku terbangun. Semoga UKK ini bisa tafsirkan bahasa usaha. Amin.


Kepada Mr.Day
untuk kedua kalinya, TERIMAKASIH .
:)



Aku tak punya do'a-do'a indah dari kitab iman-imam. Hanya ada satu, syurga jaminanmu. Aamin,

permulaan

Author: Vena Vega /

kutulis ulang ruangan sempit dalam dunia data ini dalam secarik page ..
semoga masih bisa di selamatkan dari penghalang atas lancarnya kehadiran blog ini ..
termasuk aku . yang terkadang hilang dari jangkauan memenuhi keputusan yang dulu sepakat dipastikan .
oleh aku, dan janji ku sendiri .